TEMPAT TEDUH
YANG BUKAN LAGI MILIK KITA
Oleh:
Qamarul Abdullah
Di lorong-lorong reruntuhan
seorang ibu menjahit
duka pada kain kafan
anak kecilnya yang
tidur dalam kantung debu
ditimbus serpih senjata
Seorang lelaki tua
menyemai zaitun
di celah batu dan darah
baginya masih ada musim
yang belum dibunuh
Anak-anak kecil
bermain dengan cebisan
kelmarin
belajar eja daripada
nama-nama syahid
Langit bagai cermin
retak
mendung bagai memantul
nestapa
Laut yang dulu mendodoi
harapan
kini merah, asin dengan
air mata
Rumah-rumah bukan lagi
dinding dan atap
tetapi liang sunyi robohan
sirah yang membeku
Waktu ini
Gaza tidak berdetik
ia membatu dalam lenguh
doa-doa yang tertangguh
Tempat teduh ini
sudah dirampas
bayang-bayang haloba,
Tempat teduh ini
bukan lagi milik kita.

0 Komen:
Catat Ulasan